Kultur Masyarakat Dalam Memelihara Unggas
Dilampung khususnya masyarakat pedesaan, bisa dipastikan setiap rumah memiliki unggas; ayam, itik, bebek atau burung hal itu dikarenakan sudah menjadi kebiasaan msyarakat dalam setiap rumah memiliki unggas khususnya ayam.
Misalnya ketika orang baru menikah dihadiahi satu pasang ayam betina dan jantan, dengan harapan, sang mempelai dapat rukun dan mempunyai anak "seperti sepasang ayam"
kebiasaan masyarakat memelihara unggas/ayam ini hanya sebagai sampingan, maka memeliharanya pun asal asalan alias sembarangan, pada pagi hari diliar agar si ayam mencari makan dan waktu malam dikandang, begitu juga ketika ayam sakit dijual atau dipotong untuk dimakan dan jika ayamnya mati dibuang dikali atau dikasih makan ikan dikolam. kebiasaan tersebut diatas, tentunya sangat rentan dengan penyebaran virus Flu burung.
Padahal setiap agama menganjurkan kepada para pemluknya untuk hidup secara damai, memelihara kebersihan dan juga menjaga lingkungan sekitar, agar udara yang kita hirup senantiasa sehat dan menyehatkan
05 April, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar