29 Agustus, 2008

Gertak Flu Burung di Lampung Meriah


GAMBARAN KEGIATAN

Jalan Sehat

Jalan sehat yang tadinya rencananya diikuti oleh 500 orang menjadi 2500 orang peserta yang terdiri dari anak-anak TK, SLTP/MTs/SLTA/MA dan masyarakat umum, hal tersebut melihat antusiame masyarakat dalam Gerakan Serempak Tanggap Flu Burung yang dilaksanakan di 9 Provinsi khususnya di Lampung.


Gerakan Cuci Tangan

Gerakan cuci tangan dilaksanakan secara simbolis oleh Gubernur Lampung diwakili Asisten III, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan, Anggota DPRD,
Kabupaten Lampung Selatan dan beberapa Tokoh masyarakat, anak-anak serta disaksikan oleh khalayak ramai dan mas media

Gerakan Disinfektan

Gerakan Disenfektan dilakukan oleh 10 Relawan Desa dibantu oleh pihak KCD Peternakan Kecamatan Natar didampingi Dinas Peternakan Lampung Selatan, Asisten III dan Anggota DPRD Lampung Selatan.

Lomba Memasak

Lomba memasak Unggas/Ayam dan telur diikuti oleh 20 kelompok peserta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan sebagai peserta lomba yang berasal dari utusan PKK se-Kecamatan Natar dan komunitas Pengajian dan masyarakat umum, hadir sebagai juri dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan dua internal Muhammadiyah Wilayah.

Lomba Mewarnai dan Megambar

Lomba menggambar dan mewarnai diikuti oleh 200 peserta dari berbagai utusan sekolah tingkat TK dan PAUD serta, dan SD

Demikian, kami sampaikan kepada pihak- pihak yang berkepentingan, untuk diketahui dan maklum adanya.


Koordinator Gertak Flu Burung Lampung Master Trainers


Ahsanal Huda, S.P Muhammad Zaelani, S.IP

26 Agustus, 2008

TPFB MUHAMMADIYAH GELAR GERTAK TANGGAP FLU BURUNG


Pemerintah Indonesia menyatakankan bahwa Indonesia telah positif terinfeksi virus flu burung, virus ini dapat menyerang unggas dan manusia (th 2005). Apabila penularan antar manusia terjadi, maka Keadaan ini dinamakan pandemic influenza. Sampai dengan tahun 2008, Indonesia merupakan negara dengan jumlah korban terbesar di dunia, dengan 132 orang terinfeksi virus flu burung dan 107 di antaranya meninggal.
Muhammadiyah sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia membentuk Tim Penanggulangan Flu Burung Muhammadiyah (TPFB Muhammadiyah) untuk melakukan kampanye penyadaran dan menginformasikan bahaya virus Flu Burung secara berkelanjutan.
Dua tahun TPFB Muhammadiyah telah berhasil membentuk 7000 jaringan relawan yang tersebar di 9 propinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat , Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
Khusus di Lampung, Muhammadiyah memiliki 712 relawan desa yang tersebar di : Lampung Selatan 302 Relawan Desa, Pesawaran 140 Relawan Desa dan Lampung Timur 270 Relawan Desa, guna memberikan penyadaran yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Melalui momentum Hut RI Ke- 63, pada hari Minggu, (24 Agustus 2008) kemarin, TPFB Muhammadiyah beserta jaringannya melakukan Gerakan Serempak Tanggap Flu Burung Di 9 Propinsi dengan tema Gerakan Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, bebas Flu Burung.
Kegiatan yang cukup meriah, dihadiri sekitar 3ribuan orang ini melibatkan seluruh jaringan Muhammadiyah dan warga Tangkit Batu, Natar, Lampung Selatan.
Berbagai macam perlombaan (Jalan Sehat, Lomba Mewarnai, dan Lomba Memasak) digelar dengan memperebutkan puluhan hadiah menarik, di antaranya uang tunai, Sepeda, Televisi, telepon genggam (HP), Open, Rice Kuker, dan lain- lain.
Hadir dalam acara itu, Husodo Hadi, Asisten 3, yang mewakili Gubernur, utusan dari PP Muhammadiyah, Kepala Dinas Peternakan, beberapa anggota DPRD Kabupaten Lamsel, USPIDA, USPIKA kecamatan Natar, dan beberapa aktivis penggiat Penanggulangan Flu Burung lintas sektoral.
Tujuan dilakukannya gerakan serempak tanggap Flu Burung ini menurut Ahsanal Huda, ketua panitia yang juga Master Trainer TPFB Muhammadiyah adalah untuk, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Selain itu, kami selenggarakan kegiatan ini untuk menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang Flu Burung serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran dan penularan virus Flu Burung. Terang Ahsanal Huda dalam sambutanya.
Sementara itu, Husodo Hadi yang menjelaskan bahwa Lampung termasuk daerah yang pernah dianggap zona merah, tetapi sekarang dinilai bebas dari Flu Burung sebagaimana SK Menkes. Selain itu, Lampung termasuk daerah unik dan cukup baik dalam pelayanan kesehatan (tanggap Flu Burung) sebab, dari 13 kasus, 3 orang yang positif terserang virus H5N1 itu, bisa disembuhkan karena diobati sebelum kurang dari 2 kali 24 jam.
Acara ini sendiri berlangsung meriah dan mengundang antusiasme yang cukup besar darii masyarakat Natar. Selain ada hiburan tari Bedana yang dibawakan anak- anak MTs Muhammadiyah Tangkit Batu, Marching Band, dan pentas tari dari pelajar SMA Muhammadiyah, Natar.